Aplikasi Teknologi Informasi Pada Manajemen Pengetahuan
Perkembangan teknologi informasi memainkan peranan amat penting dalam
perkembangan konsep manajemen pengetahuan. Dalam catatan Beckman (1999,
h.1.2), peristiwa penting yang menandai tonggak perkembangan manajemen
pengetahuan adalah ketika di tahun 1980 organisasi DEC (Digital Equipment
Corporation) dan Universitas Carnagie mellon mengembangkan sistem pakar untuk
menetapkan konfigurasi perangkat keras komputer. Sejak itu banyak penelitian yang
menuju pada pemanfaatan teknologi untuk memanfaatkan pengetahuan yang tersimpan
di kepala manusia. Namun baru enam tahun kemudian istilah manajemen
pengetahuan diperkenalkan secara formal oleh Dr. Karl Wiig dalam sebuah pidatonya
di konferensi ILO (badan buruh PBB).
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam penerapan manajemen
pengetahuan dapat didukung dengan teknologi informasi. Oleh karena itu, komponen
selanjutnya dalam penerapan manajemen pengetahuan ini adalah teknologi; dalam hal
ini berkaitan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). Istilah Teknologi Informasi
merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan informasi. Teknologi dapat
diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan. Sedangkan, secara
umum informasi merupakan sesuatu arti yang diungkapkan oleh manusia atau oleh
ekstrak dari fakta.
Teknologi tidak saja terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak
(program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan, nilai
yang digunakan untuk membuat pilihan pelaksanaan, dan kriteria penilaian yang
digunakan untuk memutuskan apakah manusia mengendalikan teknologi atau tidak.
Yang termasuk teknologi informasi adalah antara lain:
(1) telekomunikasi,
(2) sistem komunikasi optik,
(3) sistem pita-video dan cakram video,
(4) komputer, termasuk visi komputer, lingkungan data dan sistem pakar,
(5) mikrobentuk,
(6) komunikasi suara dengan bantuan komputer,
(7) jaringan kerja data,
(8) surat elektronik, dan (videoteks dan teleteks.)
Keberadaan teknologi informasi mampu menawarkan berbagai metode, antara lain :
1. Metode dan tools untuk merekam pengetahuan termasuk komputer, media simpan
seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Pencarian data teks lengkap
memungkinkan pemakai menelusuri direktori, ensiklopedia, data statistik, dan
keuangan yang terbacakan mesin. Ini semua dipermudah dengan tersedianya media
simpan optik.
2. Metode menyimpan rekaman (record) mengenai berbagai kegiatan termasuk
perangkat keras komputer seperti media simpan, yang dilengkapi perangkat lunak
untuk merancang bangun, menciptakan, dan menyunting data, spreadsheet, dan
perangkat lunak sejenis.
3. Metode untuk mengindeks dokumen dan informasi termasuk berbagai teknik
pembuatan indeks berbantuan komputer serta berkas (files) khusus untuk
memudahkan menemukan dokumen berdasarkan istilah atau kondisi istilah dalam
berkas. Pangkalan data bibliografis yang besar yang memudahkan menemukan
dokumen yang memenuhi syarat tertentu (misalnya berdasarkan pengarang atau
subjek), kini berkembang dengan katalog sehingga membantu menentukan lokasi
dokumen.
4. Metode mengkomunikasikan pengetahuan termasuk :
a. sistem pos elektronik untuk transmisi teks memo dan surat dokumen ;
b. system transmisi faksimili (facsimile) untuk transmisi dokumen jarak jauh
berdasarkan prinsip fotokopi. Ini sama saja dengan fotokopi jarak jauh ;
c. majalah elektronik sebagai sarana komunikasi kegiatan dan hasil penelitian ;
d. telekonferensi artinya pertemuan jarak jauh, masing-masing peserta berada di
berbagai tempat, saling berkomunikasi serta terlihat wajah masing-masing ;
dan
e. jaringan komunikasi data untuk mengkomunikasikan data.
Sementara itu, ketika teknologi jaringan dan telekomunikasi semakin maju, maka boleh
dikatakan bahwa teknologi pengelolaan pengetahuan mengalami pertumbuhan sangat
dinamik. Seperti dikatakan Jablonski, Horn, dan Schlundt (2001), manajemen
pengetahuan kini berdiri di atas tiga kaki yaitu :
Intelegensi buatan (artificial intelligence) yang membantu mengekstraksi informasi
dari berbagai sumber untuk disimpan di knowledge base. Sebuah knowledge base
memiliki format yang bisa ditelusur dan diakses sesuai keperluan pemakai.
Pendekatannya berdasarkan asumsi bahwa knowledge base bisa dipisahkan dari
knowledge carriers.
Manajemen dokumen (document management) untuk menyimpan dan mengelola
berbagai tipe dokumen di dalam satu pusat. Pemanfaatannya adalah melalui
metadata.
Teknologi jaringan komputer dan hypertext yang memungkinkan berbagai dokumen
dihubungkan, sedangkan pencariannya didukung oleh search engine.
Majunya Teknologi Informasi (TI) memang bisa memacu efisiensi dan efektifitas
organisasi. Karena dirasa banyak manfaatnya bagi organisasi, sehingga usaha-usaha
untuk lebih memaksimalkan TI terus berkembang. Bagi mereka, TI telah menjadi bagian
yang tak terpisahkan dan merupakan infrastruktur yang penting bagi organisasi atau
organisasi dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan kompetitif.
Multidisiplin manajemen pengetahuan
Ilmu keorganisasian
Ilmu kognitif
Linguistik
Teknologi informasi knowledge-based system, database technology, information
management
Ilmu kepustakaan
Teknik penulisan dan jurnalisme
Antropologi dan sosiologi
Pendidikan dan pelatihan
Ilmu komunikasi
Teknologi kolaborasi intranet, ekstranet, portal, web technologies
perkembangan konsep manajemen pengetahuan. Dalam catatan Beckman (1999,
h.1.2), peristiwa penting yang menandai tonggak perkembangan manajemen
pengetahuan adalah ketika di tahun 1980 organisasi DEC (Digital Equipment
Corporation) dan Universitas Carnagie mellon mengembangkan sistem pakar untuk
menetapkan konfigurasi perangkat keras komputer. Sejak itu banyak penelitian yang
menuju pada pemanfaatan teknologi untuk memanfaatkan pengetahuan yang tersimpan
di kepala manusia. Namun baru enam tahun kemudian istilah manajemen
pengetahuan diperkenalkan secara formal oleh Dr. Karl Wiig dalam sebuah pidatonya
di konferensi ILO (badan buruh PBB).
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam penerapan manajemen
pengetahuan dapat didukung dengan teknologi informasi. Oleh karena itu, komponen
selanjutnya dalam penerapan manajemen pengetahuan ini adalah teknologi; dalam hal
ini berkaitan dengan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). Istilah Teknologi Informasi
merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan informasi. Teknologi dapat
diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan. Sedangkan, secara
umum informasi merupakan sesuatu arti yang diungkapkan oleh manusia atau oleh
ekstrak dari fakta.
Teknologi tidak saja terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak
(program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan, nilai
yang digunakan untuk membuat pilihan pelaksanaan, dan kriteria penilaian yang
digunakan untuk memutuskan apakah manusia mengendalikan teknologi atau tidak.
Yang termasuk teknologi informasi adalah antara lain:
(1) telekomunikasi,
(2) sistem komunikasi optik,
(3) sistem pita-video dan cakram video,
(4) komputer, termasuk visi komputer, lingkungan data dan sistem pakar,
(5) mikrobentuk,
(6) komunikasi suara dengan bantuan komputer,
(7) jaringan kerja data,
(8) surat elektronik, dan (videoteks dan teleteks.)
Keberadaan teknologi informasi mampu menawarkan berbagai metode, antara lain :
1. Metode dan tools untuk merekam pengetahuan termasuk komputer, media simpan
seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Pencarian data teks lengkap
memungkinkan pemakai menelusuri direktori, ensiklopedia, data statistik, dan
keuangan yang terbacakan mesin. Ini semua dipermudah dengan tersedianya media
simpan optik.
2. Metode menyimpan rekaman (record) mengenai berbagai kegiatan termasuk
perangkat keras komputer seperti media simpan, yang dilengkapi perangkat lunak
untuk merancang bangun, menciptakan, dan menyunting data, spreadsheet, dan
perangkat lunak sejenis.
3. Metode untuk mengindeks dokumen dan informasi termasuk berbagai teknik
pembuatan indeks berbantuan komputer serta berkas (files) khusus untuk
memudahkan menemukan dokumen berdasarkan istilah atau kondisi istilah dalam
berkas. Pangkalan data bibliografis yang besar yang memudahkan menemukan
dokumen yang memenuhi syarat tertentu (misalnya berdasarkan pengarang atau
subjek), kini berkembang dengan katalog sehingga membantu menentukan lokasi
dokumen.
4. Metode mengkomunikasikan pengetahuan termasuk :
a. sistem pos elektronik untuk transmisi teks memo dan surat dokumen ;
b. system transmisi faksimili (facsimile) untuk transmisi dokumen jarak jauh
berdasarkan prinsip fotokopi. Ini sama saja dengan fotokopi jarak jauh ;
c. majalah elektronik sebagai sarana komunikasi kegiatan dan hasil penelitian ;
d. telekonferensi artinya pertemuan jarak jauh, masing-masing peserta berada di
berbagai tempat, saling berkomunikasi serta terlihat wajah masing-masing ;
dan
e. jaringan komunikasi data untuk mengkomunikasikan data.
Sementara itu, ketika teknologi jaringan dan telekomunikasi semakin maju, maka boleh
dikatakan bahwa teknologi pengelolaan pengetahuan mengalami pertumbuhan sangat
dinamik. Seperti dikatakan Jablonski, Horn, dan Schlundt (2001), manajemen
pengetahuan kini berdiri di atas tiga kaki yaitu :
Intelegensi buatan (artificial intelligence) yang membantu mengekstraksi informasi
dari berbagai sumber untuk disimpan di knowledge base. Sebuah knowledge base
memiliki format yang bisa ditelusur dan diakses sesuai keperluan pemakai.
Pendekatannya berdasarkan asumsi bahwa knowledge base bisa dipisahkan dari
knowledge carriers.
Manajemen dokumen (document management) untuk menyimpan dan mengelola
berbagai tipe dokumen di dalam satu pusat. Pemanfaatannya adalah melalui
metadata.
Teknologi jaringan komputer dan hypertext yang memungkinkan berbagai dokumen
dihubungkan, sedangkan pencariannya didukung oleh search engine.
Majunya Teknologi Informasi (TI) memang bisa memacu efisiensi dan efektifitas
organisasi. Karena dirasa banyak manfaatnya bagi organisasi, sehingga usaha-usaha
untuk lebih memaksimalkan TI terus berkembang. Bagi mereka, TI telah menjadi bagian
yang tak terpisahkan dan merupakan infrastruktur yang penting bagi organisasi atau
organisasi dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan kompetitif.
Multidisiplin manajemen pengetahuan
Ilmu keorganisasian
Ilmu kognitif
Linguistik
Teknologi informasi knowledge-based system, database technology, information
management
Ilmu kepustakaan
Teknik penulisan dan jurnalisme
Antropologi dan sosiologi
Pendidikan dan pelatihan
Ilmu komunikasi
Teknologi kolaborasi intranet, ekstranet, portal, web technologies
Sumber : http://pritha1904.blogspot.com/2013/01/aplikasi-teknologi-informasi-pada.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar